Home » Uncategorized » Karya Melissa dipamerkan di London

Karya Melissa dipamerkan di London

Mahasiswi UBM Program Studi Desain Komunikasi Visual angkatan 2011 (Semester 5), yaitu Melissa, diam-diam membuat suatu prestasi yang luar biasa. Hasil karyanya masuk kedalam 30 karya terbaik dalam kompetisi “Palapa Project” dan dipamerkan di kota London pada tanggal 4 6 Oktober 2013 yang baru lalu.

Palapa Project” adalah suatu proyek yang digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia UK, yang bertujuan untuk menyalurkan kreasi-kreasi para pemuda Indonesia ke lingkungan yang lebih luas lagi. Pada kompetisi ini, para peserta diminta melontarkan suatu idea produk yang dibuat dari bahan baku yang mudah diperoleh di Indonesia, dan memiliki potensi diluncurkan menjadi produk dengan nilai komersial. Informasi mengenai kompetisi ini disebarluaskan melalui “Palapa Network”. Idea para peserta harus dituangkan kedalam suatu makalah, berisi latar belakang idea serta spesifikasi produk sampai ke ancar-ancar biaya produksi per 1 unit produk, dan harus juga menyertakan 1 prototype produk yang direncanakan tersebut.

Melissa menggagas idea sepeda yang terbuat dari kayu dan dapat dilipat. Menurut Melissa, idea tersebut datang dari hobbynya naik sepeda dan obsesinya akan kayu sebagai bahan baku yang berpotensi untuk diciptakan menjadi obyek dekorasi, ataupun obyek untuk digunakan sehari-hari. Melissa melihat bahwa di Indonesia saat ini sedang booming sepeda lipat, selain itu Melissa juga melakukan searching di Google dan berkesimpulan bahwa di Indonesia saat ini belum ada yang memproduksi sepeda lipat dari kayu, yang sudah ada baru sepeda berlapis kayu atau sepeda kayu yang sekedar pajangan (tidak bisa dipakai). Padahal, dari hasil searchingnya di Google, Melissa mengetahui bahwa pada abad ke-18, ketika sepeda baru diciptakan, sepeda dibuat dari kayu. Jadi, mengapa tidak membuat sepeda lipat dari kayu? Demikian gagasan Melissa.

Di satu titik, Melissa merasakan perlu untuk meminta advis salah satu dosen Program Studi DKV UBM, yaitu Bapak Troy. Dosen lulusan IKJ ini kemudian membimbing Melissa dalam hal mencari pengrajin yang bisa merealisasikan idea Melissa serta membantu konsep branding produk yang diciptakan ini. Akhirnya, Melissa menemukan pengrajin yang bisa membantu merealisasikan konsepnya menjadi prototype. Sedangkan untuk branding, bersama dengan Pak Troy, mereka memutuskan nama produk ini adalah “G- Baik”, diambil dari “Garuda Bike” atau kalau dilafalkan dalam bahasa Indonesia “Garuda Baik”. Nama Garuda dipasang untuk merepresentasikan eforia nasionalisme yang sekarang sedang merebak diantara kaum muda Indonesia. Selain itu, palang sepeda pun diberi ukiran motif batik.

G-Baik” sepeda lipat kayu dengan motif batik yang diukir pada palang, dan setang didisain mensimulasi bentangan sayap burung Garuda. “G-Baik” dibuat dari kayu jati belanda, dengan alasan kayu ini ringan, bisa diukir, dan kualitasnya tahan lama jika dirawat dgn baik.

Pada tanggal 16 Agustus 2013, Melissa mendapat informasi bahwa hasil karyanya menduduki ranking 27, seri dengan pemenang di posisi 26. Artinya hasil karyanya akan turut dipamerkan di London. Ongkos kirim produk menjadi tanggungan panitia, sedangkan pemenang yang diberangkatkan ke London atas tanggungan panitia hanya 3 orang, yaitu masing-masing 1 orang dari tim yang mendapatkan ranking 1, 2 dan 3. Masuk ke dalam 30 besar pun sudah merupakan prestasi yang bergengsi, dikarenakan panitia penilai terdiri dari 15 pakar disain produk yang sudah memiliki nama di dunia desain. Para pakar ini terdiri dari 4 orang pakar asal Indonesia, 1 orang pakar asal Jepang dan 10 orang berasal dari UK dan berbagai negara di Eropa.

Pameran “Palapa Project” ini diselanggarakan pada tanggal 4 -6 Oktober 2013, dan terselenggara atas inisiatif dari: Persatuan Pelajar Indonesia UK, Kedutaan Besar Republik Indonesia di UK, Garuda Indonesia Airlines, Lancaster University, Bank BNI, dan mendapat dukungan dari Walikota London, Mr. Boris Johnsson, sehingga pameran produk Indonesia dapat dilaksanakan di venue yang memiliki prestige, yaitu di Barge House, OXO Tower, East London, ditepian Sungai Thames.

Tak ada kata lain, kecuali Selamat! Kepada Melissa dan Pak Troy, Semoga Prodi DKV UBM akan semakin terinspirasi oleh sukses ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s