Principal Gathering Padang – Februari 2014

  Untuk meningkatkan kerjasama dan hubungan baik antara UBM dengan Yayasan Prayoga Padang, Universitas Bunda Mulia (UBM) mengadakan Principal Gathering yang dilaksanakan pada Selasa, 25 Februari 2014. Yayasan Prayoga adalah yayasan Katolik yang bergerak dalam bidang pendidikan yang didirikan oleh Keuskupan Padang.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB akan diselenggarakan di Anai I & II Meeting Room, Grand Inna Muara, Convention & Exhibition Hotel, Padang. Adapun peserta yang akan meramaikan acara Principal Gathering ini berasal dari sekolah yang berada di bawah Yayasan Prayoga Padang, yakni SMA Don Bosco Padang dan SMA Xaverius Padang. Kegiatan akan dibuka dengan seminar tentang “Quality Assurance Standardization” yang akan dibawakan oleh Bapak Yustinus Yuniarto (Manager of Quality Assurance UBM) dan Bapak Danny Johannes, S.E., M.B.A. (Director of Marketing & Development UBM)

Sebagai hiburan, acara juga akan dimeriahkan oleh Kartika Wang, pemenang kontes menyanyi Chen Sing tahun 2008, yang juga merupakan mahasiswi Program Studi Bahasa dan Budaya China (BBC).

Go Biemers!

“Metta Day Februari 2014 : Cinta Kasih Dalam Dhamma”

  Dhammamitta (Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Bunda Mulia) mengadakan acara”Metta Day” dengan tema “Cinta Kasih dalam Dhamma” yaitu salah satu kegiatan bakti sosial kepada orang tua di panti Jompo Tresna Werdha Cengkareng pada tanggal 16 Febuari 2014.

Acaraini dihadiri oleh 18 panitia dan 25 volunteer, selain ini acara ini diikuti 295 Penghuni Panti Jompo dan Para Pengurus Panti Jompo. Acara Metta Day ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh KMB Dhammamitta dan mempunyai tujuan agar mahasiswa/i bisa mengerti arti dari berbagi dengan sesama. Selain itu acara ini bertujuan agar generasi muda dapat menghargai, menyayangi dan menghormati orang tua yang berjasa kepada kita. Selain memberikan bantuan kepada panti,

KMB Dhammamitta juga membuat acara yang bertujuan menghibur kakek nenek yang ada di sana, seperti nyanyi dan menari bersama, games mumi, dan kita juga melakukan ramah tamah ke setiap kamar yang ada dipanti. Kakek nenek yang tinggal dip anti merasa senang atas kunjungan yang kami lakukan.

Go Biemers!

  4 – 7 Januari 2014. Mengusung tagline UBMBridging Education To The Real World“, kali ini UBM kembali mewujudkannya dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) Program Studi Hospitaliti & Pariwisata dan Akademi Pariwisata UBM dengan beberapa hotel di Bali yang beberapa diantaranya merupakan hotel bintang 5.

UBM yang diwakili oleh Bpk. Dr. Tonny Hendratono selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UBM dan Ketua Program Studi D3 Perhotelan dan Ibu Yenli Megawati, SE, MM selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UBM didampingi oleh Ibu Supina, M.Par, MM in ITM, Dosen Akademi Pariwisata UBM melakukan kerjasama untuk mendukung Industrial Placement Program (magang) sebagai upaya peningkatan kemampuan dan menambah wawasan mahasiswa/i di dunia industri perhotelan.

Ini adalah nama- nama hotel yang melakukan kerjasama dengan UBM

1. The Laguna Resort & Spa Nusa Dua
2. Novotel Nusa dua
3. Mercure Kuta
4. The Kuta Beach Heritage
5. Sheraton Kuta
6. Sense Hotel Seminyak
7. Mahagiri Villa Sanur
8. Intercontinental Jimbaran

Tidak hanya itu, UBM juga melakukan kesepakatan dengan pihak Hotel Grand Hyatt Nusa Dua dalam bentuk MoM (Minutes of Meeting) untuk memfasilitasi industrial placement mahasiswa D3 Perhotelan dan S1 Hospitaliti dan Pariwisata yang berminat untuk magang di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali.

Penandatanganan kerjasama ini juga dilakukan UBM dengan PT Duta Bali Mandiri untuk memfasilitasi industrial placement bagi mahasiswa yang berminat untuk magang di hotel-hotel bintang 5 di luar negeri seperti di Amerika dan Jepang.

Dengan tegas Ibu Yenli menyatakan bahwa UBM akan terus melakukan kerjasama-kerjasama dengan industri dan selalu konsisten berupaya meningkatkan mutu pembelajaran yang berorientasi pada industri karena keberhasilan para mahasiswa merupakan motivasi dan kebanggaan utama bagi UBM.

Go Biemers!

Buat Film Cukup Pakai Ponsel – UBM Ajak Pelajar Berpikir Kreatif

  Palembang, Tribun – Untuk membuat suatu karya yang menarik memang identik dengan sarana dan prasarana yang harus lengkap. Namun tidak semua kalangan khususnya pelajar memiliki fasilitas tersebut. Universitas Bunda Mulia (UBM) asal Jakarta mengajarkan kepada kalangan pelajar tentang cara menghasilkan sebuah karya yang menarik dan hanya mengeluarkan biaya yang relatif lebih terjangkau, seperti pembuatan film pendek.

Direktur Pengembangan & Pemasaran UBM, Danny Johannes mengatakan, tidak perlu kamera yang bagus untuk membuat film pendek, karena jika terpaku dengan minimnya peralatan, tidak akan pernah maju dan tidak akan pernah bisa menghasilkan sebuah karya.

“Dengan kamera telepon genggam saja kita sudah bisa merekam dan membuat sebuah film. Dan itu sudah bisa dikatakan sebuah karya film,” ujarnya.

Danny mengatakan, untuk para pelajar yang memiliki niat dan bakat dalam dunia seni seperti pembuatan film pendek, jangan pernah minder dengan sarana yang minim.

“Selain itu, jangan pernah minder terhadap kritikkan ataupun ejekkan yang dibilangi orang lain. Adanya perilaku seperti itu membuktikan bahwa karya yang kita hasilkan benar-benar diperhatikan oleh orang disekitar kita, jadikanlah kritikan itu sebagai cambuk semangat,” ujarnya.

Untuk pembuatan film pendek itu mudah, yang penting menarik dulu, dengan tema yang menarik pasti film hasil karya kita dilihat oleh orang banyak”, ujarnya.

“Jangan pernah takut membuat sebuah karya. Karena bisa jadi karya yang dihasilkan merupakan sebuah karya yang menarik, karena yang menilai karya kita adalah orang lain.”

Seorang siswa Xaverius 2 Palembang, Rafael Tomi Pratama mengatakan, di sekolah memang ekstrakulikuler jurnalis, tapi masih agak bingung cara pembuatan film pendek itu seperti apa. Apalagi kalau tidak ada kamera digital.

“Terkadang juga kita sering kebingungan untuk menentukan tema film, karena tidak adanya pengetahuan dan teknik dasar di dunia film. Adanya sosialisasi yang diselenggarakan UBM tentang cara pembuatan film, kita jadi tahu sebenarnya membuat film itu mudah.

Disadur dari Tribun Sumsel, Rabu 29 Januari 2014.